- WetonSelasa Legi
- ZodiakCapricorn
- ShioAyam Air
- WukuWayang
- PratitiSaskara
Ramalan Primbon Kelahiran 28 Desember 1993
Zodiak, kepribadian, shio, weton, dan jodoh dari satu tanggal lahir, menurut pustaka leluhur primbon Jawa dan Bali.
Zodiak
Bintang Capricorn
21 Desember - 19 Januari
- Simbol
- Kambing Hutan
- Sifat dan karakter
- Cerdas, pandai dan luas wawasannya, namun sering ragu dalam mengambil suatu keputusan, mungkin karena terlalu hati-hati. Disiplin, tertib, rapi, teliti, tekun, dan giat bekerja lebih-lebih kalau hasil karyanya dipuji. Teguh pendiriannya dan penuh tanggung jawab. Hidupnya hemat, tetapi ia royal untuk kepentingan yang disukainya. Suka menyendiri, pemalu, perasaannya halus, mudah tersinggung. Mudah pesimis yang menyebabkan sering murung dan putus asa. Tidak mudah memaafkan kesalahan orang lain, tetapi cukup mempunyai tenggang rasa sehingga di senangi dalam pergaulan.
- Kesehatan
- Sewaktu anak-anak sampai berumur 7 tahun kesehatannya kurang baik, sering sakit-sakitan, biasanya terkena pilek, batuk, perut kembung. Namun seiring dengan bertambahnya umur kesehatannya semakin membaik. Oleh karena itu, kesehatannya perlu diperhatikan sampai mencapai umur dewasa. Apabila masa sakit-sakitan telah dilewati maka selanjutnya akan tahan dengan berbagai macam penyakit sehingga dapat mencapai umur panjang.
- Jodoh yang cocok
- Taurus, Virgo, Libra
Selasa Umanis, wuku Wayang
- Menurut hari Selasa Umanis
- Berpikir maju dan tinggi cita-citanya, pendiriannya kuat, terampil dalam pekerjaan, jujur, cemburu, sukamencampuri urusab orang lain, suka memfignah, kadang- kadang aulit diajak musyawarah, bisa kaya tetapi sering sakit.
- Menurut wuku Wayang
- Dewanya Bhatara Cri, pengawaknya Jaya, burungnya Siyung dan Ayam Hutan, pohonnya Cempaka dan Wedi, hewanya Wiyung, lintangnya Lintang Werayang, pasimpenannya Gedong kunci lumbung berisi, perilakunya lembut, romantis, gemar bersolek, teliti dalam berbagi hal, manis perintahnya, namun ia sendiri sulit diperintah, mudah merasa terharu dan kasihan, tidak kikir, telaten dan rajin bekerja, pandai menghemat sehingga disukai orang berpengaruh, agak gampang rezekinya, pandai member petuah sehingga cocok menjadi penasehat, gemar dengan suasana sepi guna melakukan meditasi, cukup dermawan tapi pilih-pilih.
- Menurut pratiti Saskara
- Hidupnya berkecukupan tetapi sering mengalami kesulitan banyak yang senang padanya. Ada bakat sastera dan ilmu bangunan. Mendapat bahaya pada umur 8 hari, 8 bulan, 8 tahun.
- Hari buruk
- Selasa Umanis/Legi.
- Halangan
- Mudah tertipu atau diperdaya orang, terseruduk hewan bertanduk.
Shio & elemen
Shio Ayam, Elemen Air
- Sifat dan karakter
- Orang yang mempunyai Shio Ayam lincah, kritis, pintar bicara, dan pendengar yang serius. Ia juga pandai mengelola keuangan. Namun kadang egois, dogmatik, dan terlalu kasar.
- Kepribadian elemen Air
- Orang yang dilahirkan pada tahun yang dikuasai oleh unsur air memiliki kemampuan lebih dalam komunikasi dan memajukan gagasan dengan mempengaruhi orang lain tanpa paksaan. Dalam keadaan negatif, orang air cenderung menjadi terlalu mencari jalan berbaik-baik dan menempuh jalan yang paling mudah dan terbuka bagi mereka. Dalam keadaan terjelek, mereka goyah, pasif, dan terlalu berdasar pada dukungan orang lain. Jenis usaha yang cocok: taman, minuman, ikan hias, pelayaran, distributor, trading, perkreditan, biro perjalanan(tanah dan air), hotel.
Hari pasaran Selasa Legi
Kelahiran 28 Desember 1993 jatuh pada Selasa Legi, wuku Wayang.
Wewaran
- Eka Wara
- -
- Dwi Wara
- Menga
- Tri Wara
- Beteng
- Catur Wara
- Jaya
- Panca Wara
- Umanis
- Sad Wara
- Was
- Sapta Wara
- Anggara
- Asta Wara
- Kala
- Sanga Wara
- Jangur
- Dasa Wara
- Dewa
Bulan & tahun
- Purnama / tilem
- Penanggal 14
- Sasih
- Kenam
- Tahun Çaka
- 1915
- Pratiti
- Saskara
Watak & neptu
- Ingkel Jejepan
- Wong
- Watek
- Buta – Lintah
- Sapta + Panca
- Urip = 3 + 5
- Pararasan
- Laku Api
- Lintang
- Kuda
- Pancasuda
- Wisesa Segara
- Ekajalaresi
- Buat Merang
Pawukon
- Wuku
- Wayang
- Ingkel Pandakan
- Mina
- Bethara
- Sri
- Wewukon
- Basah Gede
Ehep
Carik Walangati
Kala Sungsang